KATA PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling
sempurna. Shalawat dan Salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW
beserta keluarga dan para sahabatnya.
Syukur
Alhamdulillah, Penyusun panjatkan kehadirat Illahi Rabbi atas segala Rahmat dan
Hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Manajemen Keperawatan
yang berjudul “Komunikasi dalam Organisasi”.
Penyusun
menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,
dikarenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan. Akhirnya penyusun hanya
dapat mengembalikan segala sesuatunya kepada Allah SWT. Semoga makalah ini
dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang menggunakannya. Amin
Tangerang,
Oktober 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
B. Rumusan Masalah
C.
Tujuan Penulisan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Definisi
B.
Jenis Komunikasi
dalam Oragnisasi
C.
Proses
Komunikasi dalam Organisasi
D.
Gaya Komunikasi
dalam Organisasi
BAB III
PENUTUP
— Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Kepemimpinan dan manajemen dalam keperawatan
melibatkan proses yang penting dalam membuat membuat peran perawat dan
lingkungan keperawatan menjadi hidup dalam berbagai bidang dan profesi salah
satunya dalam sebuah organisasi. Dalam proses kepemimpinan dan manajemen sebuah
organisasi dibutuhkan juga adanya komunikasi agar mencapai tujuan yang
diinginkan.
Komunikasi dalam
organisasi pada umumnya membahas tentang struktur
dan fungsi organisasi,
hubungan antarmanusia, komunikasi dan proses
pengorganisasian.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa yang
dimaksud dengan komunikasi dalam organisasi ?
2.
Apa saja jenis
dari komunikasi organisasi ?
3.
Apa saja proses
dari komunikasi organisasi ?
4.
Apa saja gaya
dalam komunikasi organisasi ?
C. Tujuan Penulisan
1. Tujuan
Khusus
Untuk memenuhi tugas dari mata kuliah managemen
keperawatan.
2. Tujuan Umum
Untuk mengetahui tentang komunikasi organisasi, dari
mulai pengertian, jenis, proses, dan gaya yang digunakan dalam komunikasi
organisasi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi
Komunikasi
dalam organisasi pada umumnya membahas tentang struktur
dan fungsi organisasi,
hubungan antarmanusia, komunikasi dan proses
pengorganisasian. Komunikasi organisasi diberi batasan sebagai arus pesan dalam
suatu jaringan yang sifat hubungannya saling bergantung satu sama lain meliputi
arus komunikasi vertikal dan horisontal.
Berikut merupakan beberapa definisi komunikasi dalam
organisasi dari beberapa ahli antara lain:
1.
Komunikasi
organisasi adalah suatu sistem yang mapan dari mereka yang bekerja sama untuk
mencapai tujuan bersama, melalui jenjang kepangkatan dan pembagian tugas. (Everet
M. Rogers)
2.
Komunikasi
organisasi adalah sarana dimana manajemen mengkoordinasikan sumber bahan dan
sumber daya manusia melalui pola struktur formal dari tugas-tugas dan wewenang.
(Robert
Bonnington)
3.
Komunikasi
organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi didalam
kelompok fomal maupun informal dari suatu organisasi. (Wiryanto, 2005)
B. Jenis-jenis
komunikasi dalam organisasi
(1). Komunikasi
lisan dan tertulis
Dasar penggolongan komunikasi lisan dan tertulis ini
adalah bentuk pesan yang akan disampaikan. Banyak bentuk komunikasi: terutama
komunikasi antar pribadi (interpersonal communication), disampaikan secara
lisan maupun tertulis.
(2). Komunikasi verbal dan non verbal
Jika dua orang berinteraksi, maka informasi mengenai
perasaan dan gagasan atau ide yang timbul akan dikomunikasikan. Perasaan
seseorang juga dapat dinyatakan melalui berbagai isyarat-isyarat atau
signal-signal non verbal.
Dalam percakapan tatap muka langsung, perasaan, atau
suasana hati seseorang dinyatakan melalui gerakan isyarat(gesture), ekspresi
wajah, posisi dan gerakan badan, kontak fisik, kontak pandangan mata, dan
stimulasi non-verbal lain yang sama pentingnya dengan kata-kata yang diucapkan.
(3). Komunikasi kebawah, keatas, dan kesamping
Penggolongan komunikasi kebawah, keatas, dan kesamping
(horisontal) ini didasarkan pada arah aliran pesan-pesan dan informasi didalam
suatu organisasi. Untuk memperoleh pengertian yang lebih mendalam, maka akan
diuraikan ketiga jenis komunikasi tersebut :
Ø Komunikasi kebawah
Aliran informasi
dalam komunikasi kebawah mengalir dari tingkatan manajemen puncak ke manajemen
menengah, manajemen yang lebih rendah, dan akhirnya sampai pada karyawan
operasional.
Ø Komunikasi keatas
Alirannya di
mulai dari wewenang yang lebih rendah ke lebih tinggi biasanya mengalir
disepanjang rantai komando. Fungsi utamanya adalah untuk memperoleh informasi
mengenai kegiatan, keputusan dan pelaksanaan pekerjaan karyawan pada tingkat
yang lebih rendah.
Ø Komunikasi kesamping
Terjadi antara
dua pejabat atau pihak yang berada dalam tingkatan wewenang yang sama (komunikasi horizontal).
(4). Komunikasi formal dan informal
Komunikasi formal terjadi diantara karyawan melalui
garis kewenangan yang telah ditetapkan oleh manajemen.
Komunikasi informal terjadi di antara karyawan dalam
suatu organisasi yang dapat berinteraksi secara bebas satu sama lain terlepas
dari kewenangan dan fungsi jabatan mereka.
C. Proses Komunikasi dalam Organisasi
1)
Proses ideasi
Tahap pertama dalam suatu proses komunikasi adalah
ideasi (ideation) yaitu proses penciptaan gagasan atau informasi yang dilakukan
oleh komunikator.
2)
Proses encoding
Gagasan atau informasi disusun dalam serangkaian
bentuk simbol atau sandi yang dirancang untuk dikirimkan kepada komunikan dan
juga pemilihan saluran dan media komunikasi yang akan digunakan.
3)
Proses
pengiriman
Gagasan atau pesan yang telah disimbolkan atau
disandikan (encoded) melalui saluran dan media komunikasi yang tersedia dalam
organisasi. Pengiriman pesan dapat dilakukan dengan berbicara, menulis,
menggambar dan bertindak.
4)
Proses
penerimaan
Penerimaan pesan ini dapat melalui proses
mendengarkan, membaca, atau mengamati tergantung pada saluran dan media yang
digunakan untuk mengirimkannya.
5)
Proses decoding
Pesan-pesan yang diterima diintrepretasikan, dibaca,
diartikan,dan diuraikan secara langsung atau tidak langsung melalui proses
berfikir.
6)
Proses tindakan
Respon komunikan dapat berbentuk usaha melengkapi
informasi, meminta informasi tambahan, atau melakukan tindakan-tindakan lain.
D.
Gaya
komunikasi dalam organisasi
Terdapat
6 gaya komunikasi dalam organisasi menurut Steward L.Tubbs dan Sylvia Moss,
yaitu:
1. Gaya Komunikasi Mengendalikan
Gaya
komunikasi mengendalikan (dalam bahasa Inggris: The Controlling Style)
ditandai dengan adanya satu kehendak atau maksud untuk membatasi, memaksa dan
mengatur perilaku, pikiran dan tanggapan orang lain. Orang-orang yang
menggunakan gaya komunikasi ini dikenal dengan nama komunikator satu arah atau one-way communications.
Pihak
- pihak yang memakai komunikasi ini, lebih memusatkan perhatian kepada
pengiriman pesan dibanding upaya mereka untuk berharap pesan. Mereka tidak
mempunyai rasa ketertarikan dan perhatian untuk berbagi pesan. Mereka tidak
mempunyai rasa ketertarikan dan perhatian pada umpan balik, kecuali jika umpan
balik atau feedback tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi mereka. Para
komunikator satu arah tersebut tidak khawatir dengan pandangan negatif orang
lain, tetapi justru berusaha menggunakan kewenangan dan kekuasaan untuk memaksa
orang lain mematuhi pandangan-pandangannya.
2. Gaya komunikasi dua arah
Dalam
gaya
komunikasi ini, tindak komunikasi dilakukan secara terbuka. Dalam suasana yang
demikian, memungkinkan setiap anggota organisasi mencapai kesepakatan dan
pengertian bersama. Aspek penting gaya komunikasi ini ialah adanya landasan
kesamaan.
Orang-orang
yang menggunakan gaya komunikasi yang bermakna kesamaan ini, adalah orang-orang
yang memiliki sikap kepedulian yang tinggi serta kemampuan membina hubungan
yang baik dengan orang lain baik dalam konteks pribadi maupun dalam lingkup
hubungan kerja.
3. Gaya
komunikasi yang berstruktur
Gaya
komunikasi yang berstruktur ini, memanfaatkan pesan-pesan verbal secara
tertulis maupun lisan guna memantapkan perintah yang harus dilaksanakan,
penjadwalan tugas dan pekerjaan serta struktur organisasi. Pengirim pesan
(sender) lebih memberi perhatian kepada keinginan untuk memengaruhi orang lain
dengan jalan berbagi informasi tentang tujuan organisasi, jadwal kerja, aturan
dan prosedur yang berlaku dalam organisasi tersebut.
4. Gaya
Komunikasi yang Dinamis
Ini
memiliki kecenderungan agresif, karena pengirim pesan atau sender memahami
bahwa lingkungan pekerjaannya berorientasi pada tindakan (action-oriented).
5. The
Relinguishing Style
Gaya
komunikasi ini lebih mencerminkan kesediaan untuk menerima saran, pendapat
ataupun gagasan orang lain, daripada keinginan untuk memberi perintah, meskipun
pengirim pesan (sender) mempunyai hak untuk memberi perintah dan mengontrol
orang lain.
Pesan-pesan
dalam gaya komunikasi ini akan efektif ketika pengirim pesan atau sender sedang
bekerja sama dengan orang-orang yang berpengetahuan luas, berpengalaman, teliti
serta bersedia untuk bertanggung jawab atas semua tugas atau pekerjaan yang
dibebankannya.
6. The
Withdrawal Style
Akibat
yang muncul jika gaya ini digunakan adalah melemahnya tindak komunikasi,
artinya tidak ada keinginan dari orang-orang yang memakai gaya ini untuk
berkomunikasi dengan orang lain, karena ada beberapa persoalan ataupun
kesulitan antarpribadi yang dihadapi oleh orang-orang tersebut.
BAB III
PENUTUP
— Kesimpulan
Komunikasi
dalam organisasi pada umumnya membahas tentang struktur
dan fungsi organisasi,
hubungan antarmanusia, komunikasi dan proses
pengorganisasian.
Komunikasi organisasi adalah sarana dimana manajemen
mengkoordinasikan sumber bahan dan sumber daya manusia melalui pola struktur
formal dari tugas-tugas dan wewenang. (Robert Bonnington)
Komunikasi dalam organisasi bukan semata-mata hanya
sekedar komunikasi, tapi ada jenis-jenisnya. Diantaranya adalah Komunikasi
lisan dan tertulis, komunikasi verbal dan non verbal, komunikasi kebawah,
keatas, dan kesamping, komunikasi formal dan informal.
Dalam pelaksanaannya, komunikasi dalam organisasi juga
memerlukan proses-proses yang mengiringinya.
Dan juga hal yang tidak boleh dihilangkan adalah gaya
atau style seseorang dalam berkomunikasi di organisasi.
DAFTAR PUSTAKA
Ø http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_organisasi
Ø http://kireinatasya.wordpress.com/2012/10/14/prilaku-dan-komunikasi-dalam-kelompok-organisasi/ Diposkan oleh Annisa Fujiyana di 22.02
Ø mundakir,
2006, komunikasi keperawatan aplikasi dalam pelayanan, yogyakarta: graha ilmu
Ø La
Monica Elaine. L, 1998, Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Pendekatan
Berdasarkan Pengalaman, Jakarta : EGC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar